Senin, 20 Juni 2022

Perangkat Pembelajaran (Silabus, Rpp, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS Dan Perangkat Evaluasi)

Nama : Nafalia

Nim : 12001244

Kelas/Semester : 4G Pai

Mata Kuliah : Magang 1 (Mengulas Materi)

Dalam perangkat pembelajaran adalah suatu kumpulan alat bantu yang digunakan guru agar kegiatan dan kinerja guru lebih maksimal dalam aktivitas pembelajaran, perangkat ini terdiri dari media, fasilitas, bahan dan panduan. Perangkat pembelajaran juga mempunyai suatu misi agar segala aktivitas guru dalam pembelajaran bisa berjalan dengan lebih efisien dan efektif serta sukses. Selain itu manfaat atau fungsi dari perangkat pembelajaran itu sendiri adalah sebagai pedoman guru dalam melakukan aktivitas belajar mengajar untuk peserta didik, jadi didalam perangkat pembelajaran terdapat suatu instrumen atau perlengkapan untuk melakukan kegiatan dalm mendidik siswa. Perangkat pembelajaran merupakan pedoman guru untuk aktivitas pembelajaran, baik itu di dalam kelas, luar kelas dan laboratorium. Terdapat beberapa perangkat pembelajaran yang bisa disiapkan agar pembelajaran bisa terlaksana dengan maksimal. Berikut daftarnya:

Silabus merupakan rencana yang lengkap mengenai susunan atau urutan mengajar pada guru yang dibuat dalam kategori tema atau mata pelajaran tertentu. Adapun beberapa Elemen dari silabus sendiri yaitu terdiri dari Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator, Materi Pembelajaran, Kuota Waktu, Penilaian serta Sumber Belajar yang akan dipakai pada saat proses dalam pembelajaran. Silabus juga bisa disebut sebagai rangkuman dari kurikulum sebab silabus terdiri dari media, target dalam pencapaian  hasil belajar dan lain sebagainnya. Elemen rinci dalam silabus terdiri dari:

1.Batasan dan misi materi pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik.

2.Tujuan dan Sasaran dari suatu materi pembelajaran.

3.Keterampilan yang harus diraih oleh siswa pada setiap mata pelajaran yang disajikan.

4.Rancangan poin konsep materi yang diberikan kepada siswa.

5.Kegiatan dan referensi belajar yang menjadi penyokong kesuksesan dalam aktivitas pembelajaran.

6.Cara evaluasi yang dipakai dalam pembelajaran.

RPP yaitu merupakan singkatan dari rencana pelaksanaan pembelajaran yang disngkat dengan sebutan RPP. RPP juga merupakan sebagai tahapan yang harus dilalui oleh guru pada saat aktivitas pembelajaran kepada siswa. RPP terdiri dari atas metode, model, instrumen penilaian, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Adapun beberapa elemen yang terkandung dalam RPP yaitu sebagai berikut :

1.Indikator/parameter pembelajaran

2.Kompetensi dasar (KD) dan Standar kompetensi (SK)

3.Skenario Pembelajaran

4.Model Pembelajaran

5.LKS Lembar Kerja Siswa

6.Pokok pembahasan

7.Pengukuran Hasil Belajar

8.Sumber dan sarana/media/fasilitas dan Pembelajaran

Media Pembelajaran Ketika pada saat pelaksanaan dan presentasi pembelajaran dimulai. Yang mana media adalah salah satu elemen yang penting dalam kesuksesan pembelajaran karena media pembelajaran juga berguna untuk menunjang suatu materi atau konten dalam pembelajaran. Keputusan dalam memilih media mana yang cocok untuk siswa yaitu sebuah tantangan bagi guru dalam mengasah daya analisa dan kreativitas nya. media berfungsi untuk menghubungkan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Sedangkan dalam dunia pendidikan kata media disebut media pembelajaran. Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar.  Maka dari itu kita bisa mengetahui betapa pentingnya kehadiran media pembelajaran dalam membantu untuk mempermudah dalam penyampaian materi belajar kepada siswa. Sayangnya masih banyak pihak sekolah yang masih belum menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar mereka.

Bahan ajar merupakan dari seperangkat alat atau perangkat pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan, dan metode evaluasi yang telah di rancang secara sistematis dan menarik. Adapun beberapa sumber buku juga menyatakan bahwa bahan ajar adalah suatu materi atau pokok bahasan yang tersusun secara sistematis. Bahan ajar juga harus dirancang dan ditulis dengan menggunakan tata bahasa instruksional, karena akan digunakan oleh guru dan siswa untuk mendukung dalam suatu proses belajar mengajar. Dengan kata lain, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Oleh karena itu, bahan ajar juga disiapkan untuk mencapai tujuan yang telah di harapkan, yaitu dengan mencapai kompetensi atau sub kompetensi dengan segala kompleksitasnya.

LKS merupakan kepanjangan dari Lembar Kerja Siswa atau yang disebut dengan singkatan (LKS). Pada LKS lembar kerja siswa adalah kegiatan siswa dalam melaksanakan aktivitas investigasi dan problem solving. LKS adalah suatu isi panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar kerja siswa dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen atau demonstrasi. LKS juga memuat sebagai kumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan oleh siswa untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh. Didalam Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan lembaran- lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh  peserta didik. LKS biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kerja harus jelas sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapainya. LKS dapat digunakan untuk mata pelajaran apa saja. Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. LKS dalam kegiatan belajar mengajar dapat dimanfaatkan pada tahap penanaman konsep (menyampaikan konsep baru) atau pada tahap pemahaman konsep (tahap lanjutan dari penanaman konsep), karena LKS dirancang untuk membimbing 10 siswa dalam mempelajari topik. Pada tahap pemahaman konsep LKS dimanfaatkan untuk mempelajari pengetahuan tentang topik yang telah dipelajari sebelumnya yaitu penanaman konsep. LKS yang digunakan siswa harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dikerjakan siswa dengan baik dan dapat memotivasi belajar siswa. Hal-hal yang diperlukan dalam penyususunan LKS seperti

1) Buku pegangan, siswa (buku paket),

2) Mengutamakan bahan yang penting,

3) Menyesuaikan tingkat kematangan berfikir siswa.

kelebihan dari penggunaan LKS yaitu seperti :

1) Meningkatkan aktivitas belajar

2) Mendorong siswa mampu bekerja sendiri

3) Membimbing siswa secara baik ke arah pengembangan konsep.

Perangkat Evaluasi merupakan dari kelompok mata kuliah keahlian berkarya (MKB). Mata kuliah ini dimaksudkan untuk membekali mahasiswa agar memiliki keahlian dalam menyusun dan menggunakan perangkat pembelajaran. Materi yang akan dicapai pada mata kuliah ini antara lain: penyusunan kisi-kisi soal (uraian dan pilihan ganda), penyajikan tes dan non tes, telaah soal, uji coba tes dan pengelolaan hasil tes (menggunakan program SPSS), laporan hasil tes.

Minggu, 12 Juni 2022

Sistem Evaluasi

Nama : Nafalia

Nim : 12001244

Semester/Kelas : 4G/Pai

Mata Kuliah : Magang 1

Evaluasi adalah sebagai suatu alat untuk mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah mengumpulkan suatu informasi agar terhadap pendidikan itu dapat  diambil dengan suatu tindakan. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses untuk mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Untuk dapat melaksanakan suatu penilaian perlu melakukan pengukuran terlebih dahulu, sedangkan pengukuran tidak akan mempunyai makna tanpa melakukan penialaian. pengukuran dapat juga diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu karakteristik tertentu yang didasarkan pada aturan atau formulasi yang jelas. Fungsi evaluasi dapat dibedakan menjadi dua yakni fungsi hasil belajar dan fungsi evaluasi hasil pengajaran. Evaluasi hasil belajar antara lain yaitu seperti  Fungsi formatif Evaluasi yang dilakukan selama pembelajaran  berlangsung dapat memberika informasi yang berupa umpan balik bagi guru maupun bagi siswa. Dan Fungsi sumatif Dalam pelaksanaan  evaluasi hasil belajar tes sumatif biasanya dilakukan pada akhir program   pengajaran. Misalnya pada tengah semester, akhir semeter dan akhir tahun ajaran. Sistem evaluasi pada kurikulum 2013 dinilai sangat efektif untuk mengukur hasil belajar siswa namun pada pelaksanaannya guru masih menggunakan prosedur penilaian KTSP, dan untuk mengukur hasil belajar siswa guru dominan  menggunakan tes sedikit menggunakan non tes, hal ini dinilai kurang efektif dengan sistem penilaian pada K-13 menggunakan penilaian autentik yang tidak hanya menggunakan tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Aspek non tes juga sangat diperlukan untuk mengukur hasil belajar siswa karna pada hakikatnya  peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda – beda antara satu sama lain nya. Sistem evalusi yang ditetapkan sebagai berikut :

v  Acuan EHP Adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menetapkan keberhasilan peserta didik. Acuan yang digunakan adalah system penilaian standar mutlak atau Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu penilaian yang ditujukan kepada tujuan instruksional yang harus dikuasai oleh peserta didik.

v  Waktu Ujian dan Jenis Ujian yang dilaksanakan selama proses pembelajaran/semester berjalan, Ujian sumatif bertujuan untuk menilai perkembangan, kemajuan dan kemampuan peserta didik dalam tahap/interval tertentu.

Sistem evaluasi sebagai suatu alat mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah mengumpulkan informasi agar terhadap pendidikan itu dapat diambil tindakan untuknya. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Evaluasi pembelajaran juga merupakan suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran itu. Evaluasi juga adalah pengukuran serta perbaikan, dalam kegiatan yang telah dilaksanakan, contohnya membandingkan berbagai hasil dari kegiatan yang dibuat. Maka dapat diartikan, evaluasi ini merupakan suatu proses perbandingan dan pengukuran, dari hasil akhir pekerjaan. Mana yang sudah tercapai, dan mana yang belum tercapai. Sistem dalam evaluasi ini memiliki dua jenis berbeda, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Yang pertama yaitu evaluasi formatif, penilaian terhadap hasil yang telah dicapai oleh evaluasi ini, dari kegiatan atau program kerja yang telah dilaksanakan. Biasanya, evaluasi ini dilakukan secara rutin, setiap bulan atau per tahun. Sesuai dengan keperluan informasi hasil penilaian, dimana manfaatnya, memberikan umpan balik kepada manajer program, terkait kemajuan yang telah dicapai. Selain itu juga untuk mengetahui, apa saja hambatan yang dihadapi selama kegiatan pun program kerja berlangsung. Yang kedua yaitu evaluasi sumatif, penilaian terhadap hasil yang telah dicapai dari kegiatan atau program kerja, secara keseluruhan, dari awal hingga akhir. Evaluasi jenis ini dilakukan diakhir kegiatan, dengan jangka waktu yang ditetapkan. Jika program kerja atau kegiatan memiliki jangka waktu enam bulan maka evaluasi sumatif, jika dilakukan menjelang akhir bulan tersebut. Sementara untuk evaluasi dari dampak kegiatan atau program kerja, bisa dilakukan usai proyek berakhir, dengan memperhitungkan efeknya yang sudah nyata terlihat. Evaluasi pembelajaran harus menyadari keterbatasan dan kelemahan dalam teknik evaluasi yang digunakan. Berdasarkan kesadaran itu perlu untuk lebih memperhatikan kebijakan yang diadopsi setelah melakukan penilaian. Pengertian Evaluasi Sistem Informasi Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi sistem informasi adalah suatu kegiatan terencana yang bertujuan untuk memeriksa dan menilai sumber daya dalam organisasi untuk mendapatkan hasil yang dibandingkan dengan menggunakan tolok ukur tertentu untuk memperoleh hasil mengenai kinerja sumber daya organisasi tersebut. Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan  seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar  untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.

Evaluasi ini mencakup evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran, maka seorang pendidik harus dapat membedakan mana yang kegiatan evaluasi hasil belajar dan mana yang kegiatan evaluasi pembelajaran. Evaluasi hasil belajar menekankan pada pencapaian informasi tentang seberapakah hasil belajar yang dicapai oleh siswa sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, sedangkan evaluasi pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis untuk memperoleh informasi tentang keefektifan proses pembelajaran dalam membantu siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara optimal.

Didalam sistem evaluasi pembelajaran melalui tes ataupun lewat non tes guru harus punya sistem penilaian yang standar sesuai dengan peraturan yang telah disepakati disekolah. Misalkan sistem evaluasi pembelajaran lewat tes yaitu dengan cara memberikan ujian tulis ataupun lisan, kemudian sistem evaluasi pembelajaran lewat non tes menggunakan sistem penilaian bagaimana perkembangan peserta didik baik dari segi afektif dan psikomotorik siswa.Disetiap kurikulum yang berbeda pasti akan mempunyai perbedaan disetiap sistem evaluasi pembelajaran, misalkan KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) yang perlu menggunakan pendekatan penilaian yang terpadu untuk menunjukan suatu hasil atau disebut dengan outcomes pendidikan yang dilakukan secara komprehesif.

Minggu, 05 Juni 2022

Strategi Pembelajaran

Nama : Nafalia

Nim : 12001244

Mata Kuliah : Magang 1 (Mengulas Materi)

Semester/ Kelas : 4G Pai

Strategi itu suatu pola yang telah direncanakan atau ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Yang mana strategi itu mencakup seperti tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan, dan sarana penunjang kegiatan. Strategi yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran disebut strategi pembelajaran. Sedangkan didalam pembelajaran yaitu sebagai upaya pendidik untuk membantu peserta didik dalam melakukan suatu kegiatan belajar. Tujuan strategi pembelajaran yaitu untuk terwujudnya efesiensi dan efektivitas kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran yaitu pendidik (perorangan dan atau kelompok) serta peserta didik (perorangan, kelompok dan atau komunitas) yang berinteraksi edukatif antara satu dengan yang lainnya. Isi kegiatannya sepeti bahan atau materi belajar yang bersumber dari kurikulum suatu program pendidikan. Proses kegiatan adalah langkah-langkah yang akan dilalui oleh pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran. Sumber pendukung kegiatan pembelajaran mencakup seperti fasilitas dan alat-alat bantu pembelajaran. Jadi didalam strategi pembelajaran dapat artikan sebagai suatu perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi merupakan usaha untuk memperoleh atas kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Strategi pembelajaran merupakan rencana suatu tindakan yang termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu seperti tujuan pembelajaran.

Adapun di dalam Strategi pembelajaran yaitu suatu cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan para peserta didik untuk menerima dan memahami materi pembelajaran, agar nanti pada akhirnya tujuan pembelajaran bisa dapat dikuasainya di akhir kegiatan belajar. Yang mana metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu, sedangkan teknik adalah cara yang akan digunakan saat mengajar, yang bersifat implementatif. Dengan kata lain, metode yang dipilih oleh masing-masing guru bisa sama, tetapi Teknik atau cara dalam penyampaiannya pasti berbeda-beda. Strategi pembelajaran juga harus mengandung penjelasan tentang metode atau prosedur dan teknik yang digunakan selama dalam proses pembelajaran berlangsung. Artinya, metode atau prosedur dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran. Hubungan antara strategi, tujuan, dan metode pembelajaran dapat digambarkan sebagai suatu kesatuan sistem yang bertitik tolak dari penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan strategi pembelajaran, dan perumusan tujuan, yang selanjutnya diimplementasikan ke dalam berbagai metode yang relevan selama proses pembelajaran yang akan berlangsung. Strategi dalam pembelajaran tentunya digunakan untuk mencapai suatu tujuan dalam kegiatan pembelajaran, yang mana tujuan utama dari penggunaan strategi pembelajaran yaitu untuk mengajarkan kepada peserta didik agar dapat belajar atas kemauan dan kemampuannya sendiri, atau pembelajar mandiri yang mengarah pada pembelajar yang dapat melakukan 4 hal yang terpenting yaitu sebagai berikut:  dapat mendiangnosis situasi pembelajaran degan cermat, memilih strategi yang sesuai dalam mengatasi suatu permasalahan belajar, memantau keefektifan strategi yang dipilih, dan juga memiliki motivasi untuk ikut serta dalam proses kegiatan belajar hingga permasalahan dapat terselesaikan. Ada beberapa strategi yang dapat dipilih oleh guru dalam pembelajaran, yaitu  seperti strategi deduktif dan strategi induktif. bahwa dalam berdasarkan suatu prinsipnya strategi pembelajaran dapat dikategorikan dalam tiga jenis yaitu seperti :

>Strategi Questioning merupakan strategi dalam metode tanya jawab bentuk penyajian pertanyaan yang harus dijawab, yang mana guru akan mengajukan sebuah pertanyaan kepada peserta didik, dan sebaliknya juga peserta didik dapat memberikan pertanyaan kepada guru.

>Strategi Teacher Center berupa penambahan pengetahuan yang ditujukan kepada tujuan pada pembelajaran, guru juga memberikan informasi yang harus diingat dan di hafalkan oleh peserta didik.

>Strategi Student Center merupakan suatu proses dalam pembelajaran yang mendorong para peserta didik untuk berperan aktif dalam menggunakan kemampuan yang dimiliki peserta didik dan guru hanya bersifat sebagai fasilitator atau fasilitasnya saja.

Adapun terdapat tiga jenis dalam strategi pembelajaran yaitu seperti :

>Strategi pengoogranisasian merupakan cara dalam membuat urutan dan mensintesis fakta, ide, konsep, tahapan, dan prinsip yang berkenaan dengan materi yang akan dipelajari.

>Strategi penyampaian pembelajaran ini bertujuan untuk menyampaikan sebuah materi pembelajaran kepada peserta didik dan menyiapkan bahan ajar yang diperlukan oleh peserta didik di dalam aktivitas pembelajaran.

>Strategi pengelolaan pembelajaran yaitu suatu komponen metode yang digunakan untuk bagaimana cara kita menata interaksi antar peserta didik.

Dalam melaksanakan suatu metode pembelajaran ada beberapa tahap, yang pertama adalah pendahuluan, yang mana pada kegiatan pendahuluan guru dapat diharapkan untuk dapat menarik minat para peserta didik atas materi pelajaran yang akan disampaikan nya. Dengan menjelaskan tujuan pembelajaran khusus yang diharapkan dapat dicapai oleh semua peserta didik di akhir kegiatan pembelajaran dan melakukan apersepsi, berupa kegiatan yang merupakan jembatan antara pengetahuan lama dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari. Nah, Selanjutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi yaitu urutan (berdasarkan tahapan berpikir dari hal-hal yang bersifat kongkrit ke hal-hal yang bersifat abstrak atau dari hal-hal yang bersifat sederhana atau mudah dilakukan ke hal-hal yang lebih kompleks atau sukar dilakukan), ruang lingkup (sudah tergambar pada saat penentuan tujuan pembelajaran) dan jenis materi (pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Jadi dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan atau rangkaian kegiatan yang dipilih guru untuk mencakup penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya yang ditujukan untuk siswa, yang bertujuan agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Maka hal ini bahwa berarti di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja, belum sampai tindakan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya arah dari semua keputusan penyusunan.

Senin, 30 Mei 2022

Perangkat Pembelajaran

Nama : Nafalia

Nim : 12001244

Semester / Kelas : 4G Pai

Mata Kuliah : Magang 1

Perangkat pembelajaran itu merupakan suatu perencanaan yang dipergunakan dalam saat proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting bagi seorang guru sebelum memulai proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa yaitu seperti silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Aktivitas Siswa (LAS). Perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran yaitu disebut dengan perangkat pembelajaran. Jadi, Perangkat Pembelajaran dapat diartikan sebagai alat kelengkapan yang digunakan untuk membantu proses dalam pembelajaran. Pada penelitian ini perangkat pembelajaran yang digunakan yaitu terdiri dari silabus, RPP dan LAS. Perangkat pembelajaran merupukan hal yang harus perlu disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Yang mana perangkat ini sebagai alat sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang belajar. Maka dari itu pentingnya adaanya perangkat pembelajaran di sekolah, apalagi kita sebagai seorang guru harus bisa atau mengetahui tentang adannya suatu proses perangkat dalam pembelajaran. Karena hal itu wajib untuk kita ketika ingin menjjadi seorang guru untuk kedepannya maka kita bisa untuk megaplikasikan tentang perangkat pembelajaran

Dalam perencanaan pembelajaran dirancang juga dalam bentuk silabus dan RPP yang dapat mengacu pada standar isi. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian, dan skenario pembelajaran. Selanjutnya dijelaskan bahwa RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP mencakup ada beberapa hal yaitu seperti : 1) Data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/ semester;  2) Materi Pokok; 3) Alokasi waktu; 4) Tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi; 5) Materi pembelajaran; metode pembelajaran; 6) Media, alat dan sumber belajar; 7) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan 8) Penilaian. Pada lembar Kerja Siswa (LKS), yang mana LKS itu adalah sebuah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Tugas yang diperintahkan dalam LKS harus mengacu pada kompetensi dasar yang akan dicapai oleh siswa. Tugas tersebut dapat berupa tugas teoritis dan tugas praktis. LKS juga digunakan sebagai sarana untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik dan meningkatkan dalam keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar di sekolah. Yang mana pada perangkat pembelajaran itu merupakan salah satu perangkat yang wajib harus disiapkan oleh seorang guru sebelum untuk memulai proses Belajar mengajar, Perangkat Pembelajaran terdiri dari :

v  Silabus yaitu perangkat yang berisi tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai, untuk mencapainya diukur berdasarkan indikator pencapaian. Silabus ibarat ringkasan dari kurikulum karena didalamnya terdapat target pencapaian, media, dan lain sebagainya.

v  RPP yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan langkah-langkah yang harus di tempuh oleh guru dalam rangka untuk pemberian pelayanan kepada peserta didik. Perencanaan yang dirancang mencakup model, metode, pelaksanaan, evaluasi dan instrumen penilaian.

v  Prota yaitu Program tahunan atau yang disebut dengan Prota merupakan batasan materi yang harus diselesaikan dengan waktu yang tertera jelas dalam tabel program tahunan. Prota berisi distribusi materi selama satu tahun pelajaran yang terdiri dari dua semester, prota terbentuk dari program semester.

v  Promes yaitu Program semester atau yang biasa disebut dengan promes merupakan gambaran distribusi materi selama satu semester berdasarkan SK dan KD yang telah dirumuskan dalam Standar Isi.

v  Buku Absen yaitu buku ini berisi sejumlah nama peserta didik dalam kelas yang kita bina. Buku ini gunanya untuk mengontrol kehadiran pada anak peserta didik.

v  Buku Jurnal merupakan buku yang berisi beberapa catatan penilaian prilaku peserta didik selama pembelajaran dilaksanakan, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, kerjasama, dan lain sebagainya.

v  Buku penilaian yaitu digunakan untuk menyimpan data-data hasil evaluasi terhadap peserta didik.

v  Bundel portofolio merupakanTugas-tugas yang dikerjakan oleh siswa di kumpul jadi satu bundel, biasanya digabung perkelas bahkan per individu. Gunanya untuk mengetahui perkembangan kompetensi peserta didik, perubahan peserta didik terhadap penerimaan materi yang disampaikan dapat diukur sehingga memudahkan guru menentukan model dan metode yang akan diberikan.

v  Bank Soal adalah buku yang berisi kumpulan dari sejumlah soal yang akan diberikan kepada peserta didik.

v  Media sesuatu yang menyajikan pelajaran, media menjadi faktor penentuk keberhasilan pembelajaran. Tentang media, dibutuhkan inovasi dan kreativitas guru untuk menentukan media-media yang diperlukan dalam kaitannya dengan pokok bahasan yang diberikan.

Pembelajaran merupakan hal yang harus disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran di suatu kelas. Perangkat ini merupakan alat atau perlengkapan, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang agar mau belajar, perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran ini sudah sepatutnya nya menjadi salah satu pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium atau di luar kelas. Terkait Perangkat pembelajaran,sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran merupakan sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan guru dan siswa melakukan kegiatan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan RPP yang mengacu pada standar isi. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian dan skenario pembelajaran. Jadi dapart kita simpulkan bahwa perangkat pembelajaran adalah sekumpulan sumber belajar atau alat pendukung yang digunakan oleh guru dan siswa dalam melakukan proses kegiatan belajar mengajar.

 

Selasa, 24 Mei 2022

Kurikulum

Nama : Nafalia

Nim : 12001244

Semester/Kelas : 4G Pai

Kurikulum merupakan alat sebagai perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang telah diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi tentang rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan dalam perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan suatu keadaan dan mempunyai kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta dapat memenuhi kebutuhan pada lapangan kerja. Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang telah dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh. Sedangkan dalam dunia Pendidikan kurikulum menjadi hal yang sangat penting. Tanpa adanya Kurikulum yang tepat, maka para peserta didik pun tak akan memperoleh suatu target pembelajaran yang sesuai. Seiring berkembangnya zaman Kurikulum dalam dunia pendidikan pun terus mengalami juga pada perubahan. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik di eranya masing-masing nah, Seperti sekarang itu lebih ke teknologi. Dengan penyesuaian tersebut, diharapkan setiap peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan baik setiap di lingkungan masyarakat kelak. Bagi Anda yang bergelut di dunia pendidikan, tentu harus memahami apa itu Kurikulum dan seluk beluknya. Berikut akan dijelaskan pengertian Kurikulum dan hal-hal penting lain yang perlu kita dapat ketahui. Kurikulum berisi sekumpulan rencana, tujuan, dan materi pembelajaran. Termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran dengan baik. Jika dilihat secara etimologis, Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu “curir” yang berarti pelari, serta “curere” yang berarti tempat berpacu. Dulu, istilah ini dipakai dalam dunia olahraga.

Kurikulum memiliki beberapa fungsi dalam kaitannya dengan dunia pendidikan. Di antaranya adalah fungsi penyesuaian, integrasi, diferensiasi, persiapan, pemilihan, serta diagnostik. Untuk fungsi penyesuaian, artinya kurikulum dapat menyesuaikan (beradaptasi) dengan perubahan zaman. Fungsi integrasi maknanya ia dapat menjadi media pembentuk pribadi yang berintegritas. Sementara itu, fungsi diferensiasi mengacu pada kegunaan kurikulum untuk dapat memberikan reward kepada masing-masing individu meskipun mereka berbeda-beda. Untuk fungsi persiapan, penyusunan kurikulum sekolah berguna untuk menyiapkan para siswa supaya dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Fungsi pemilihan memungkinkan peserta didik dapat menyesuaikan minat mereka dalam memilih program pendidikan. Terakhir, fungsi diagnostik dapat mendorong para pelajar untuk terus menggali potensi diri yang dimiliki.Guna mewujudkan semua fungsi tersebut, sekolah atau lembaga pendidikan membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Untuk memenuhinya, sekolah bisa mengajukan pinjaman modal kerja dari Pintek dengan bunga yang flat. Tentunya ini pilihan yang tepat untuk memajukan kegiatan belajar di masa sulit.

Adapun konsep kurikulum merupakan rancangan atau gambaran dari suatu kurikulum. Secara umum, ada empat konsep kurikulum yaitu mulai dari konsep kurikulum humanistik, rekonstruksi sosial, teknologi, serta akademik.

v  Konsep humanistic yaitu yang mendorong setiap individu untuk mengaktualisasikan diri.

v  Konsep rekonstruksi sosial mengacu pada pemenuhan kebutuhan sosial pada setiap individu.

v  Konsep teknologi artinya kurikulum harus menyesuaikan perkembangan teknologi, dan

v  konsep akademik berguna untuk mengawasi sekaligus menentukan materi yang akan dipelajari oleh peserta belajar.

Dalam dunia pendidikan kurikulum itu sangat penting.Tanpa kurikulum para peserta didik tidak mendapatkan target pembelajaran yang sesuai.Didalam kurikulum itu berisi sekumpulan rencana,tujuan,dan materi pembelajaran.Termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target tujuan pembelajaran yang sesuai dan baik.Kurikulum dapat diartikan sebagai sebuah jarak yang mesti ditempuh seorang pelari agar mendapat penghargaan.Kurikulum dalam dunia pendidikan kemudian menjadi sekumpulan mata pelajaran yang harus ditempuh dan di pelajari peserta didik agar mendapatkan penghargaan atau iijazah.Kurikulum menjadi sangat penting untuk dimiliki setiap sekolah sebagai pedoman bagi guru.Terutama bagi sekolah-sekolah formal, dimana kurikulum akan menjadi pedoman dan memberikan arah dalam pengajaran.Sesuai dengan pengertian kurikulum yaitu sesuatu yang terencana maka dalam dunia pendidikan segala kegiatan siswa dapat diatur dengan sedemikian rupa.Sehingga tujuan adanya pendidikan dapat tercapai.

ebagai contoh, seorang pembuat kurikulum akan melihatnya sebagai suatu rencana untuk pengalaman kurikulum di sekolah ( yang ideal) seorang guru akan melihatnya sebagai pemerintah atau orang yang biasanya berada di luar ruang kelas yang mengatakan padanya unutk mengajar (mempraktekkan) seorang siswa akan melihatnya sebagai apa yang harus saya pelajari untuk lulus sekolah atau madrasah (kenyataan) dan orang tua melihatnya sebagai apa yang sebenarnya telah dipelajari oleh anak saya di sekolah (prestasi). Pihak lain mungkin akan melihatnya sebagai buku atau materi unutk guru dan siswa.Istilah kurikulum di gunakan pertama kali pada olahraga pada zaman Yunani kuno yang berasal dari kata curir dan curer, yang artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang atlit. Pada waktu itu , orang mengistilahkan dengan tempat berpacu atau tempat berlari dari mulai start sampai finish.Kurikulum tidak hanya terbatas pada mata pelajaran, tetapi meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan peserta didik, dan bisa menentukan arah atau mengantisipasi sesuatu yang akan terjadi. Dengan kata lain kurikulum haruslah menunjukkan kepada apa yang sebenarnya haru dipelajari oleh peserta didik.

Ada beberapa tujuan yang diharapkan dari disusunnya suatu kurikulum sekolah dasar dan tingkat lainnya. Antara lain adalah sebagai berikut yaitu seperti :

Ø  Alat Pendidikan :1. Memberi pengertian siswa terhadap sistem Pendidikan

                                2. Meratakan pendidikan

                                3. Membimbing siswa agar menjadi pribadi yang berdaya saing

Jadi, Kurikulum dapat diartikan sebagai sebuah jarak yang mesti ditempuh seorang pelari supaya mendapat medali atau penghargaan lainnya. Kemudian, istilah Kurikulum tersebut diadaptasi dalam dunia pendidikan. Jadi pengertian Kurikulum dalam dunia pendidikan kemudian menjadi 


Selasa, 17 Mei 2022

Karakteristik Peserta Didik

Nama : Nafalia

Nim : (12001244)

Mata Kuliah : Magang 1

Semester/ Kelas : 4G PAI

karakteristik peserta didik dapat diartikan sebagai keseluruhan pola perilaku pada kemampuan yang dimiliki oleh para peserta didik dari sebagai hasil pembawaan dan memberi dampak pengaruh di lingkungan. Karakter peserta didik adalah salah satu variabel dalam mendesain suatu pembelajaran yang biasannya dapat didefinisikan sebagai latar belakang suatu pengalaman yang dimiliki oleh perserta didik, Adapun aspek-aspek yang ada pada diri mereka seperti kemampuan umum, dari ekspetasi terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta emosi pada peserta didik yang dapat memberikan dampak dari terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta emosi dalam peserta didik yang memberikan dampak terhadap keefektifan belajar. Pada proses suatu pembelajaran dapat berlangsung secara efektif atau tidak, sangat bergantung pada pemahaman pendidik tentang karakteristik peserta didik dapat mempengaruhi aktivitas yang perlu dilakukan dari hasil belajar yang akan di capai dan penerapan yang tepat untuk pserta didik. Tengah masyarakat terlebih lagi di dunia Pendidikan tidak asing lagi, karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti ciri, tabiat, watak dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya yang relatif tetap. Hal ini akan menentukan suatu aktivitas didalamnya mencapai suatu cita-cita atau tujuannya, memahami karakteristik individu atau peserta didik.

Dengan mengidentifikasi karakteristik dalam peserta didik, guru bisa membedakan, mengoptimalkan dan mengatasi terhadap kesulitan belajaran yang dialami siswa. Adapun 3 macam karakteristik peserta didik yang harus di perhatikan, yaitu :

1.     Karakteristik yang berkaitan dengan kemampuan awal siswa, contohnya kemampuan intelektual dan berpikir

2.     Karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang dan status sosial  siswa

3.     Karakteristik yang berkaitan dengan perbedaan-perbedaan dalam kepribadian misalnya sikap, perasaan dan minat

 

Kalau bapak dan ibu guru yang sudah mengetahui karakteristik apa saja yang harus dapat diperhatikan, saatnya melakukan pengkajian yang meliputi :

v  Karakteristik Umum dapat berkaitan sebagai budaya, suku, agama, gender dan latar belakang sebagai status sosial yang dapat mempengaruhi sikap dan minat dalam belajar siswa.

Contohnya saat merencanakan kerje kelompok, pertimbangkan perbedaan gander yang mungkin memberi dampak pada perhatian dan tingkat suatu partisipasi siswa. Kelompok dengan jenis gender yang beragam bisa bekerja dengan baik dikelas awal, tapi bisa saja untuk menghambat pembelajaran siswa untuk beberapa kelas menengah.

 

v  Kemampuan awal khusus pada pengetahuan dan keterampilan yang sudah atau belum dimiliki siswa untuk mengetahuinya, kitab isa melakukannya secara informal lewat pertanyaan dikelas atau lebih formal dengan memberikan tes. Hasilnya akan menentukan siswa memiliki suatu kompetensi yang diperlakukan untuk mengetahui materi Contohnya seperti saat dikelas akan membahas tentang luas geometris, tes kemampuan awalnya berfokus pada suatu keterampilan perkalian untuk mengidentifikasi apakah siswa bisa untuk memahami materi selanjutnya yaitu seperti.

 

v  Gaya Belajar yang dapat mengacu pada ciri-ciri psikologis yang dapat mempengaruhi bagaimana cara pandangan dan respon pada peserta didik agar stimulus dapat diberikan, sedangkan psikologis sini yang dimaksud adalah sesuatu kekuatan dalam memberi persepsi, kebiasaan memproses suatu informasi, motivasi, dan berbagai suatu aspek psikologis tersebut.

Jadi dalam proses suatu pembelajaran yang dapat berlangsung secara efektif atau tidak, hal ini sangat bergantung pada suatu pemahaman pendidik dengan tentang karakteristik yang dimiliki oleh peserta didik. Dengan memahami sebuah karakteristik pada peserta didik dapat  di pengaruhi aktivitas yang perlu dilakukan, Adapun hasil belajar yang akan dicapai, dan penerapan asesmen yang tepat untuk peserta didik. Adapun beberapa aspek yang dapat mempengaruhi suatu pembentukan dari karakteristik peserta didik sebagai berikut yaitu seperti etnik, kultural, status sosial, minat.

Pendidik harus mengembangkan pembelajaran sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Adapun beberapa indikator yang dapat digunakan dalam mengamati minat yang dimiliki oleh peserta didik yakni, perasaan senang, ketertarikan peserta didik, perhatian dalam belajar, keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, manfaat dan fungsi mata pelajaran. Jadi dalam Implikasinya dalam proses pembelajaran terutama menghadapi tantangan pendidikan dari abad 21, seorang pendidik diharapakan dapat menerapkan berbagai model dan media pembelajaran yang dapat  menarik, kreatif, inovatif, menantang, dan menyenangkan, menantang dalam menyampaikan tujuan/manfaat mempelajari materi pelajaran. Adapun semua karakteristik yang bersifat umum siswa yang perlu mendapatkan suatu perhatian dalam mendesain proses atau suatu aktivitas pembelajaran, yaitu : kondisi sosial ekonomi, faktor budaya, jenis kelamin, pertumbuhan, gaya belajar dan kemampuan dalam belajar.

Manfaat Memahami Karakteristik Siswa

Selain berperan penting untuk rancangan pembelajaran, ada beberapa manfaat lain yang didapatkan dari menganalisis karakteristik peserta didik dalam kelas, antara lain:

1. Mendapat gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal siswa sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal.

2. Mengetahui jenis pengalaman yang telah dimiliki oleh siswa sehingga bisa memberikan materi secara tepat lewat contoh atau ilustrasi. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menerima dan menyerap pengetahuan baru yang diberikan.

3. Mengetahui latar belakang sosial dan budaya siswa, contohnya tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, atau dimensi kehidupan lainnya, agar bisa disesuaikan dengan metode yang efisiens.

4. Mendapat informasi tentang tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa, baik jasmani maupun rohani, yang berpengaruh terhadap keberhasilan dan cara belajar mereka.

5. Mengetahui aspirasi dan kebutuhan siswa sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat.

6. Mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang sudah diperoleh siswa sebelumnya.

7. Mendapat gambaran tentang tingkat penguasaan bahasa siswa, baik secara lisan maupun tertulis, yang bisa jadi pertimbangan dalam menyajikan materi.

8. Mengetahui sikap dan nilai yang ada dalam diri siswa, sebab hal ini dapat dijadikan pertimbangan untuk merencanakan pengajaran.

Sabtu, 23 April 2022

4 Kompetensi guru professional

Dalam Kompetensi professional guru  sangat menentukan, apakah dari seorang guru dapat melakukan suatu tugas dan fungsinya sebagai pengajar yang baik. Adapun beberapa contoh kompetensi profesional ditunjukan sebagai indikator kompetensi profesional guru  yaitu seperti :

v  Penguasaan terhadap materi pelajaran yang diampu, struktur, konsep dan pola piker keilmuan

v  Penguasaan terhadap standar kompetensi pelajaran, kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran

v  Kemampuan dalam mengembangkan suatu materi pelajaran yang kreatif sehingga bisa memberikan pengetahuan yang lebih luas

v  Kemampuan untuk bertindak reflektif demi mengembangkan keprofesional

v  Kemampuan dalam memanfaatkan suatu teknologi informasi dan komunikasi dalam suatu proses pembelajaran

 

Adapun standar dari kompetensi guru yaitu kompetensi social. Kompetensi yang berkaitan erat dengan seorang guru berkomunikasi, bersikap maupun berinteraksi baik itu dengan peserta didik, sesame guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, maupun masyarakat. Adapun kriteria dalam guru profesional yaitu seperti :

v  Mempunyai akhlaq dan berbudi pekerti yang luhur sehingga dapat memberikan contoh yang baik pada siswa.

v  Mampu mendidik maupun mengajar siswa dengan yang baik

v  Mampu menguasai bahan atau materi pembelajaran yang akan diajarkan

v  Memenuhi kualifikasi akademik dan mempunyai latar dalam Pendidikan

v  Mampu untuk merancang dalam administrasi kependidikan seperti silabus, rpp, kurikulum dan lain-lain

v  Memiliki semangat dalam memotivasi yang tinggi untuk bisa menyampaikan ilmu yang dimiliki pada siswa

v  Terus belajar dan mengembangan kemampuan

v  Selalu aktif, kreatif, inovatif dalam mengembangkan pembelajaran

v  Selalu mencari informasi yang terjadi disekitar

v  Memiliki kemampuan digital yang baik seperti mengoperasikan computer

v  Memiliki kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi

v  Selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi atau komunitas dalam Pendidikan

v  Cinta kasih, tulus dan ikhlas saat mengajar

 

Untuk menjadi guru yang profesional harus memiliki empat dalam kompetensi dasar dalam Pendidikan yaitu :

o   Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang dapat mencerminkan kepribadian seseorang yang dewasa.

o   Kompetensi pedagogic merupakan kemampuan seorang guru dalam memahami karakter peserta didik, perencanaan pembelajaran, pengembangan peserta didik serta evaluasi hasil belajar peserta didik.

o   Kompetensi social merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru untuk berkomunikasi dan bergaul dengan tenaga Pendidikan, peserta didik, orang tua peserta didik serta masyarakat disekitar sekolah

o   Kompetensi profesional merupakan penguasaan terhadap materi pembelajaran dengan lebih luas dan mendalam tetapi juga mencakup penguasaan terhadap materi kurikulum mata pelajaran dan sebagai substansi ilmu yang menguasai struktur serta metodologi keilmuannya.

 

Kompetensi merupakan sebuah atribut untuk meletakan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualitas yang baik dan unggul, atribut juga meliputi sebagai keterampilan, pengetahuan dan keahlaim atau karakteristik tertentu. Untutk menjadi guru bukan lah bakat yang dibutuhkan sebagai usaha agar seorang guru dapat mencapai suatu indikator yang disebut dengan guru profesional seperti diatas, Adapun hal-hal yang dapat guru lakukan untuk menjadi seorang guru profesional yaitu seperti :

o   Memahami tugas dan fungsi dari seorang guru

o   Selalu berusaha meningkatkan suatu ilmu yang dimiliki baik dalam ilmu yang terkait materi pelajaran maupun ilmu tentang bagaimana untuk menjadi guru yang baik dengan banyak nya membaca agar mendapat pikiran yang lebih luas, mengikuti pelatihan yang ada disetiap organisasi untuk menambah wawasan, selain itu berdiskusi dengan teman itu lebih penting untuk saling menukar pikiran agar wawasan yang kita punya pun bermanfaat.

o   Mau melakukan refeleksi agar dapat menyadari suatu kekurangan yang dimiliki kemudian berusaha untuk memperbaikinya dengan melakukan evaluasi agar bisa lebih baik lagi.

o   Selain itu meningkat kemampuan dalam beradaptasi juga terhadap hal-hal yang baru atau perubahan-perubahan yang terjadi disekit supaya tidak mempengaruhi kualitas saat pembelajaran.

o   Mau menggandeng teknologi agar untuk meningkatkan suatu kualitas dalam pembelajaran, jadi teknologi itu sangat penting apalagi dengan era globalisasi sekarang ini sangat penting siswa memahami teknologi apalagi guru agar bisa menyalurkan ilmu teknologi kepada siswa. Maka dari itu manfaat kan ilmu teknologi itu menjadi baik.

 

Maka dari itu untuk menjadi seorang guru yang profesional itu bukan lah suatu hal yang mudah, karena kita juga sebagai guru harus bisa memahami karakter dari masing anak-anak peserta didik kita, selain itu maka kita sebagai guru bisa untuk menyesuaikan keberadaan kita ketika menjadi guru disetiap jenjang itu pasti berbeda-beda. Untuk menjadi guru yang profesional itu pun harus bisa menguasai ilmu-ilmu yang lebih mendalam seperti membaca agar wawasan untuk menjadi guru pun akan lebih luas dan mendalam, karena peserta didik itu perlu akan ilmu lewat guru yang ada disekolah. Untuk meningkatkan suatu kualitas dan efektivitas dikelas dalam pembelajaran pun itu tidak mudah maka dari itu untuk meningkatkan hal tersebut memerlukan adannya suatu proses untuk menjadi seorang guru profesional. Setiap karakteristik anak peserta didik itu pasti berbeda-beda dan kita sebagai gru juga harus bisa memahami karakteristik setiap anak dikelas, untuk menjadi gruru yang profesional harus mampu memiliki empat kompetensi yaitu seperti kepribadian kita harus bisa mengetahui kepribadian dari anak peserta didik kita, kompetensi pedadodig guru bisa memahami karakter atau ciri-ciri dari anak peserta didik tersebut karena setiap karakter peserta didik itu pasti berbeda mungkin dalam segi pemikiran anak tersebut, kompetensi social yaitu guru mampu untuk berkomunikasi atau lebih mendekatkan diri lagi kepada setiap peserta didik, nah yang terakhir kompetensi profesional guru mampu untuk mengembang kan suatu materi dan mengevaluasi terhadap suatu proses pembelajaran.

 

Perangkat Pembelajaran (Silabus, Rpp, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS Dan Perangkat Evaluasi)

Nama : Nafalia Nim : 12001244 Kelas/Semester : 4G Pai Mata Kuliah : Magang 1 (Mengulas Materi) Dalam perangkat pembelajaran adalah suatu kum...