Senin, 20 Juni 2022

Perangkat Pembelajaran (Silabus, Rpp, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS Dan Perangkat Evaluasi)

Nama : Nafalia

Nim : 12001244

Kelas/Semester : 4G Pai

Mata Kuliah : Magang 1 (Mengulas Materi)

Dalam perangkat pembelajaran adalah suatu kumpulan alat bantu yang digunakan guru agar kegiatan dan kinerja guru lebih maksimal dalam aktivitas pembelajaran, perangkat ini terdiri dari media, fasilitas, bahan dan panduan. Perangkat pembelajaran juga mempunyai suatu misi agar segala aktivitas guru dalam pembelajaran bisa berjalan dengan lebih efisien dan efektif serta sukses. Selain itu manfaat atau fungsi dari perangkat pembelajaran itu sendiri adalah sebagai pedoman guru dalam melakukan aktivitas belajar mengajar untuk peserta didik, jadi didalam perangkat pembelajaran terdapat suatu instrumen atau perlengkapan untuk melakukan kegiatan dalm mendidik siswa. Perangkat pembelajaran merupakan pedoman guru untuk aktivitas pembelajaran, baik itu di dalam kelas, luar kelas dan laboratorium. Terdapat beberapa perangkat pembelajaran yang bisa disiapkan agar pembelajaran bisa terlaksana dengan maksimal. Berikut daftarnya:

Silabus merupakan rencana yang lengkap mengenai susunan atau urutan mengajar pada guru yang dibuat dalam kategori tema atau mata pelajaran tertentu. Adapun beberapa Elemen dari silabus sendiri yaitu terdiri dari Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator, Materi Pembelajaran, Kuota Waktu, Penilaian serta Sumber Belajar yang akan dipakai pada saat proses dalam pembelajaran. Silabus juga bisa disebut sebagai rangkuman dari kurikulum sebab silabus terdiri dari media, target dalam pencapaian  hasil belajar dan lain sebagainnya. Elemen rinci dalam silabus terdiri dari:

1.Batasan dan misi materi pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik.

2.Tujuan dan Sasaran dari suatu materi pembelajaran.

3.Keterampilan yang harus diraih oleh siswa pada setiap mata pelajaran yang disajikan.

4.Rancangan poin konsep materi yang diberikan kepada siswa.

5.Kegiatan dan referensi belajar yang menjadi penyokong kesuksesan dalam aktivitas pembelajaran.

6.Cara evaluasi yang dipakai dalam pembelajaran.

RPP yaitu merupakan singkatan dari rencana pelaksanaan pembelajaran yang disngkat dengan sebutan RPP. RPP juga merupakan sebagai tahapan yang harus dilalui oleh guru pada saat aktivitas pembelajaran kepada siswa. RPP terdiri dari atas metode, model, instrumen penilaian, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Adapun beberapa elemen yang terkandung dalam RPP yaitu sebagai berikut :

1.Indikator/parameter pembelajaran

2.Kompetensi dasar (KD) dan Standar kompetensi (SK)

3.Skenario Pembelajaran

4.Model Pembelajaran

5.LKS Lembar Kerja Siswa

6.Pokok pembahasan

7.Pengukuran Hasil Belajar

8.Sumber dan sarana/media/fasilitas dan Pembelajaran

Media Pembelajaran Ketika pada saat pelaksanaan dan presentasi pembelajaran dimulai. Yang mana media adalah salah satu elemen yang penting dalam kesuksesan pembelajaran karena media pembelajaran juga berguna untuk menunjang suatu materi atau konten dalam pembelajaran. Keputusan dalam memilih media mana yang cocok untuk siswa yaitu sebuah tantangan bagi guru dalam mengasah daya analisa dan kreativitas nya. media berfungsi untuk menghubungkan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Sedangkan dalam dunia pendidikan kata media disebut media pembelajaran. Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar.  Maka dari itu kita bisa mengetahui betapa pentingnya kehadiran media pembelajaran dalam membantu untuk mempermudah dalam penyampaian materi belajar kepada siswa. Sayangnya masih banyak pihak sekolah yang masih belum menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar mereka.

Bahan ajar merupakan dari seperangkat alat atau perangkat pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan, dan metode evaluasi yang telah di rancang secara sistematis dan menarik. Adapun beberapa sumber buku juga menyatakan bahwa bahan ajar adalah suatu materi atau pokok bahasan yang tersusun secara sistematis. Bahan ajar juga harus dirancang dan ditulis dengan menggunakan tata bahasa instruksional, karena akan digunakan oleh guru dan siswa untuk mendukung dalam suatu proses belajar mengajar. Dengan kata lain, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Oleh karena itu, bahan ajar juga disiapkan untuk mencapai tujuan yang telah di harapkan, yaitu dengan mencapai kompetensi atau sub kompetensi dengan segala kompleksitasnya.

LKS merupakan kepanjangan dari Lembar Kerja Siswa atau yang disebut dengan singkatan (LKS). Pada LKS lembar kerja siswa adalah kegiatan siswa dalam melaksanakan aktivitas investigasi dan problem solving. LKS adalah suatu isi panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar kerja siswa dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen atau demonstrasi. LKS juga memuat sebagai kumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan oleh siswa untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh. Didalam Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan lembaran- lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh  peserta didik. LKS biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kerja harus jelas sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapainya. LKS dapat digunakan untuk mata pelajaran apa saja. Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. LKS dalam kegiatan belajar mengajar dapat dimanfaatkan pada tahap penanaman konsep (menyampaikan konsep baru) atau pada tahap pemahaman konsep (tahap lanjutan dari penanaman konsep), karena LKS dirancang untuk membimbing 10 siswa dalam mempelajari topik. Pada tahap pemahaman konsep LKS dimanfaatkan untuk mempelajari pengetahuan tentang topik yang telah dipelajari sebelumnya yaitu penanaman konsep. LKS yang digunakan siswa harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dikerjakan siswa dengan baik dan dapat memotivasi belajar siswa. Hal-hal yang diperlukan dalam penyususunan LKS seperti

1) Buku pegangan, siswa (buku paket),

2) Mengutamakan bahan yang penting,

3) Menyesuaikan tingkat kematangan berfikir siswa.

kelebihan dari penggunaan LKS yaitu seperti :

1) Meningkatkan aktivitas belajar

2) Mendorong siswa mampu bekerja sendiri

3) Membimbing siswa secara baik ke arah pengembangan konsep.

Perangkat Evaluasi merupakan dari kelompok mata kuliah keahlian berkarya (MKB). Mata kuliah ini dimaksudkan untuk membekali mahasiswa agar memiliki keahlian dalam menyusun dan menggunakan perangkat pembelajaran. Materi yang akan dicapai pada mata kuliah ini antara lain: penyusunan kisi-kisi soal (uraian dan pilihan ganda), penyajikan tes dan non tes, telaah soal, uji coba tes dan pengelolaan hasil tes (menggunakan program SPSS), laporan hasil tes.

Minggu, 12 Juni 2022

Sistem Evaluasi

Nama : Nafalia

Nim : 12001244

Semester/Kelas : 4G/Pai

Mata Kuliah : Magang 1

Evaluasi adalah sebagai suatu alat untuk mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah mengumpulkan suatu informasi agar terhadap pendidikan itu dapat  diambil dengan suatu tindakan. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses untuk mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Untuk dapat melaksanakan suatu penilaian perlu melakukan pengukuran terlebih dahulu, sedangkan pengukuran tidak akan mempunyai makna tanpa melakukan penialaian. pengukuran dapat juga diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu karakteristik tertentu yang didasarkan pada aturan atau formulasi yang jelas. Fungsi evaluasi dapat dibedakan menjadi dua yakni fungsi hasil belajar dan fungsi evaluasi hasil pengajaran. Evaluasi hasil belajar antara lain yaitu seperti  Fungsi formatif Evaluasi yang dilakukan selama pembelajaran  berlangsung dapat memberika informasi yang berupa umpan balik bagi guru maupun bagi siswa. Dan Fungsi sumatif Dalam pelaksanaan  evaluasi hasil belajar tes sumatif biasanya dilakukan pada akhir program   pengajaran. Misalnya pada tengah semester, akhir semeter dan akhir tahun ajaran. Sistem evaluasi pada kurikulum 2013 dinilai sangat efektif untuk mengukur hasil belajar siswa namun pada pelaksanaannya guru masih menggunakan prosedur penilaian KTSP, dan untuk mengukur hasil belajar siswa guru dominan  menggunakan tes sedikit menggunakan non tes, hal ini dinilai kurang efektif dengan sistem penilaian pada K-13 menggunakan penilaian autentik yang tidak hanya menggunakan tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Aspek non tes juga sangat diperlukan untuk mengukur hasil belajar siswa karna pada hakikatnya  peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda – beda antara satu sama lain nya. Sistem evalusi yang ditetapkan sebagai berikut :

v  Acuan EHP Adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menetapkan keberhasilan peserta didik. Acuan yang digunakan adalah system penilaian standar mutlak atau Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu penilaian yang ditujukan kepada tujuan instruksional yang harus dikuasai oleh peserta didik.

v  Waktu Ujian dan Jenis Ujian yang dilaksanakan selama proses pembelajaran/semester berjalan, Ujian sumatif bertujuan untuk menilai perkembangan, kemajuan dan kemampuan peserta didik dalam tahap/interval tertentu.

Sistem evaluasi sebagai suatu alat mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah mengumpulkan informasi agar terhadap pendidikan itu dapat diambil tindakan untuknya. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Evaluasi pembelajaran juga merupakan suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran itu. Evaluasi juga adalah pengukuran serta perbaikan, dalam kegiatan yang telah dilaksanakan, contohnya membandingkan berbagai hasil dari kegiatan yang dibuat. Maka dapat diartikan, evaluasi ini merupakan suatu proses perbandingan dan pengukuran, dari hasil akhir pekerjaan. Mana yang sudah tercapai, dan mana yang belum tercapai. Sistem dalam evaluasi ini memiliki dua jenis berbeda, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Yang pertama yaitu evaluasi formatif, penilaian terhadap hasil yang telah dicapai oleh evaluasi ini, dari kegiatan atau program kerja yang telah dilaksanakan. Biasanya, evaluasi ini dilakukan secara rutin, setiap bulan atau per tahun. Sesuai dengan keperluan informasi hasil penilaian, dimana manfaatnya, memberikan umpan balik kepada manajer program, terkait kemajuan yang telah dicapai. Selain itu juga untuk mengetahui, apa saja hambatan yang dihadapi selama kegiatan pun program kerja berlangsung. Yang kedua yaitu evaluasi sumatif, penilaian terhadap hasil yang telah dicapai dari kegiatan atau program kerja, secara keseluruhan, dari awal hingga akhir. Evaluasi jenis ini dilakukan diakhir kegiatan, dengan jangka waktu yang ditetapkan. Jika program kerja atau kegiatan memiliki jangka waktu enam bulan maka evaluasi sumatif, jika dilakukan menjelang akhir bulan tersebut. Sementara untuk evaluasi dari dampak kegiatan atau program kerja, bisa dilakukan usai proyek berakhir, dengan memperhitungkan efeknya yang sudah nyata terlihat. Evaluasi pembelajaran harus menyadari keterbatasan dan kelemahan dalam teknik evaluasi yang digunakan. Berdasarkan kesadaran itu perlu untuk lebih memperhatikan kebijakan yang diadopsi setelah melakukan penilaian. Pengertian Evaluasi Sistem Informasi Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi sistem informasi adalah suatu kegiatan terencana yang bertujuan untuk memeriksa dan menilai sumber daya dalam organisasi untuk mendapatkan hasil yang dibandingkan dengan menggunakan tolok ukur tertentu untuk memperoleh hasil mengenai kinerja sumber daya organisasi tersebut. Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan  seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar  untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.

Evaluasi ini mencakup evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran, maka seorang pendidik harus dapat membedakan mana yang kegiatan evaluasi hasil belajar dan mana yang kegiatan evaluasi pembelajaran. Evaluasi hasil belajar menekankan pada pencapaian informasi tentang seberapakah hasil belajar yang dicapai oleh siswa sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, sedangkan evaluasi pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis untuk memperoleh informasi tentang keefektifan proses pembelajaran dalam membantu siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara optimal.

Didalam sistem evaluasi pembelajaran melalui tes ataupun lewat non tes guru harus punya sistem penilaian yang standar sesuai dengan peraturan yang telah disepakati disekolah. Misalkan sistem evaluasi pembelajaran lewat tes yaitu dengan cara memberikan ujian tulis ataupun lisan, kemudian sistem evaluasi pembelajaran lewat non tes menggunakan sistem penilaian bagaimana perkembangan peserta didik baik dari segi afektif dan psikomotorik siswa.Disetiap kurikulum yang berbeda pasti akan mempunyai perbedaan disetiap sistem evaluasi pembelajaran, misalkan KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) yang perlu menggunakan pendekatan penilaian yang terpadu untuk menunjukan suatu hasil atau disebut dengan outcomes pendidikan yang dilakukan secara komprehesif.

Minggu, 05 Juni 2022

Strategi Pembelajaran

Nama : Nafalia

Nim : 12001244

Mata Kuliah : Magang 1 (Mengulas Materi)

Semester/ Kelas : 4G Pai

Strategi itu suatu pola yang telah direncanakan atau ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Yang mana strategi itu mencakup seperti tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan, dan sarana penunjang kegiatan. Strategi yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran disebut strategi pembelajaran. Sedangkan didalam pembelajaran yaitu sebagai upaya pendidik untuk membantu peserta didik dalam melakukan suatu kegiatan belajar. Tujuan strategi pembelajaran yaitu untuk terwujudnya efesiensi dan efektivitas kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran yaitu pendidik (perorangan dan atau kelompok) serta peserta didik (perorangan, kelompok dan atau komunitas) yang berinteraksi edukatif antara satu dengan yang lainnya. Isi kegiatannya sepeti bahan atau materi belajar yang bersumber dari kurikulum suatu program pendidikan. Proses kegiatan adalah langkah-langkah yang akan dilalui oleh pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran. Sumber pendukung kegiatan pembelajaran mencakup seperti fasilitas dan alat-alat bantu pembelajaran. Jadi didalam strategi pembelajaran dapat artikan sebagai suatu perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi merupakan usaha untuk memperoleh atas kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Strategi pembelajaran merupakan rencana suatu tindakan yang termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu seperti tujuan pembelajaran.

Adapun di dalam Strategi pembelajaran yaitu suatu cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan para peserta didik untuk menerima dan memahami materi pembelajaran, agar nanti pada akhirnya tujuan pembelajaran bisa dapat dikuasainya di akhir kegiatan belajar. Yang mana metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu, sedangkan teknik adalah cara yang akan digunakan saat mengajar, yang bersifat implementatif. Dengan kata lain, metode yang dipilih oleh masing-masing guru bisa sama, tetapi Teknik atau cara dalam penyampaiannya pasti berbeda-beda. Strategi pembelajaran juga harus mengandung penjelasan tentang metode atau prosedur dan teknik yang digunakan selama dalam proses pembelajaran berlangsung. Artinya, metode atau prosedur dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran. Hubungan antara strategi, tujuan, dan metode pembelajaran dapat digambarkan sebagai suatu kesatuan sistem yang bertitik tolak dari penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan strategi pembelajaran, dan perumusan tujuan, yang selanjutnya diimplementasikan ke dalam berbagai metode yang relevan selama proses pembelajaran yang akan berlangsung. Strategi dalam pembelajaran tentunya digunakan untuk mencapai suatu tujuan dalam kegiatan pembelajaran, yang mana tujuan utama dari penggunaan strategi pembelajaran yaitu untuk mengajarkan kepada peserta didik agar dapat belajar atas kemauan dan kemampuannya sendiri, atau pembelajar mandiri yang mengarah pada pembelajar yang dapat melakukan 4 hal yang terpenting yaitu sebagai berikut:  dapat mendiangnosis situasi pembelajaran degan cermat, memilih strategi yang sesuai dalam mengatasi suatu permasalahan belajar, memantau keefektifan strategi yang dipilih, dan juga memiliki motivasi untuk ikut serta dalam proses kegiatan belajar hingga permasalahan dapat terselesaikan. Ada beberapa strategi yang dapat dipilih oleh guru dalam pembelajaran, yaitu  seperti strategi deduktif dan strategi induktif. bahwa dalam berdasarkan suatu prinsipnya strategi pembelajaran dapat dikategorikan dalam tiga jenis yaitu seperti :

>Strategi Questioning merupakan strategi dalam metode tanya jawab bentuk penyajian pertanyaan yang harus dijawab, yang mana guru akan mengajukan sebuah pertanyaan kepada peserta didik, dan sebaliknya juga peserta didik dapat memberikan pertanyaan kepada guru.

>Strategi Teacher Center berupa penambahan pengetahuan yang ditujukan kepada tujuan pada pembelajaran, guru juga memberikan informasi yang harus diingat dan di hafalkan oleh peserta didik.

>Strategi Student Center merupakan suatu proses dalam pembelajaran yang mendorong para peserta didik untuk berperan aktif dalam menggunakan kemampuan yang dimiliki peserta didik dan guru hanya bersifat sebagai fasilitator atau fasilitasnya saja.

Adapun terdapat tiga jenis dalam strategi pembelajaran yaitu seperti :

>Strategi pengoogranisasian merupakan cara dalam membuat urutan dan mensintesis fakta, ide, konsep, tahapan, dan prinsip yang berkenaan dengan materi yang akan dipelajari.

>Strategi penyampaian pembelajaran ini bertujuan untuk menyampaikan sebuah materi pembelajaran kepada peserta didik dan menyiapkan bahan ajar yang diperlukan oleh peserta didik di dalam aktivitas pembelajaran.

>Strategi pengelolaan pembelajaran yaitu suatu komponen metode yang digunakan untuk bagaimana cara kita menata interaksi antar peserta didik.

Dalam melaksanakan suatu metode pembelajaran ada beberapa tahap, yang pertama adalah pendahuluan, yang mana pada kegiatan pendahuluan guru dapat diharapkan untuk dapat menarik minat para peserta didik atas materi pelajaran yang akan disampaikan nya. Dengan menjelaskan tujuan pembelajaran khusus yang diharapkan dapat dicapai oleh semua peserta didik di akhir kegiatan pembelajaran dan melakukan apersepsi, berupa kegiatan yang merupakan jembatan antara pengetahuan lama dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari. Nah, Selanjutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi yaitu urutan (berdasarkan tahapan berpikir dari hal-hal yang bersifat kongkrit ke hal-hal yang bersifat abstrak atau dari hal-hal yang bersifat sederhana atau mudah dilakukan ke hal-hal yang lebih kompleks atau sukar dilakukan), ruang lingkup (sudah tergambar pada saat penentuan tujuan pembelajaran) dan jenis materi (pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Jadi dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan atau rangkaian kegiatan yang dipilih guru untuk mencakup penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya yang ditujukan untuk siswa, yang bertujuan agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Maka hal ini bahwa berarti di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja, belum sampai tindakan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya arah dari semua keputusan penyusunan.

Perangkat Pembelajaran (Silabus, Rpp, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS Dan Perangkat Evaluasi)

Nama : Nafalia Nim : 12001244 Kelas/Semester : 4G Pai Mata Kuliah : Magang 1 (Mengulas Materi) Dalam perangkat pembelajaran adalah suatu kum...