Nama : Nafalia
Nim : 12001244
Kelas : 4G PAI
Mata Kuliah : Magang 1
Apa itu kultur ?
Menurut
saya kultur itu suatu budaya, dapat diartikan juga bahwa kultur sebagai pola
perilaku terhadap manusia contohnya saja perilaku terhadap budaya yang ada
dimasyarakat itu pastinnya berbeda-beda disetiap lingkungan, budaya ini juga
sebagai tindakan atau norma, misalnya tindakan seperti keyakinan Bersama yang
dimiliki anggota organisasi untuk membentuk suatu perilaku mereka disekolah,
Dalam Lembaga Pendidikan disekolah pun mempunyai suatu budaya seperti siswa
menyapa gurunnya, sesame kawan saling menghargai dan masih banyak lagi,
sedangkan norma itu perilaku yang sangat sering kita lihat dalam sebuah
organisasi saja yang kita ambil contohnya organisasi akan bertahan lama jika
anggota nya mewariskan kepada anggota yang baru, anggota baru nya itu lah yang
akan melanjutkan organisasi tersebut maka dari itu organisasi terbut menjadi
bertahan. Jadi yang dimaksud budaya disini sebagai adat istiadat yang sudah
berkembang dari sejak dulu, sedangkan tradisi itu sebagai bentuk sikap atau kebiasaan
masyarakat dalam perilaku sehari-hari di masyarakat. Jadi kultur sekolah itu
adalah sautu keyakinan yang mempunyai nilai-nilai untuk menjadi suatu pengikat
kuat dalam masyarakat yang dapat memecahkan masalah yang sangat sulit dihadapi
sekolah contohnya seperti untuk mencetak kelulusan yang cerdas, terampil, dan
mandiri. Perilaku dalam kultur sekolah merupakan suatu perilaku terhadap budaya
sekolah yang dapat memberikan suatu pengaruh terhadap kehidupan yang ada di
lingkungan sekolah dan memberi suatu dampak pengaruh positif contohnya saja
dari teknologi yang sekarang sudah mulai canggih sehingga kita juga bisa lebih
jelas mengetahui informasi yang sangat jelas melalui internet sedangkan dari dampak
negative ini ketika kita menyalahgunakan apalagi sekarang kebanyakan anak-anak
lebih hobinnya seperti game sehigga akan tercandu dan lupa akan untuk belajar. Kultur
positif menjadiakan suatu modal dalam melakukan Pendidikan seperti
memperhatikan kecerdasan nilai siswa
untuk memperbaiki kondisi agar lebih berkembang, sedangkan kultur negative
yaitu dalam perilaku siswa menyebabkan siswa itu tidak akan bisa berkembang dan
akan banyak sekali permasalahan yang akan dihadapi jika permasalahan itu bisa
diubah agak menjadi baik maka bisa menjadi agak membawa kedampak posif pula, Jadi
di setiap aktifitas siswa dalam kesehariannya itu tidak akan lepas dari suatu
proses bahkan dalam berfikirnya.
Kultur sekolah juga suatu bentuk yang
mempunyai komitmen yang dilakukan untuk melakukan hidup agar kita ketika ada
masalah bisa memecahkan masalah sulit yang ada disekolah, karena setaip sekolah
mempunyai budaya yang berbeda-beda. Maka kultur sekolah ini mempunyai suatu
keyakinan milik Bersama untuk menjadi pengikat yang kuat sebagai warga
masyarakat sekolah dan warga tersebut tetap mempunyai budaya yang harus
dipatuhi di sekitar warga. Telah terbukti disuatu lingkungan masyrakat
disekolah menghadapi suatu masalah sepeti dalam ia mengenal lingkungan baru nya
dan terkadang melakukan sesuatu agar masalah yang sulit itu selesai, sehingga
pola pikiran mereka tersebut akan diajrkan kepada anggota barunnya agar mereka
mendapat suatu pandangan agar mereka memahami ataupun bertindak untuk
menghadapi suatu masalah yang ada dilingkungan.
Kultur
sekolah juga memiliki suatu peran yang dapat menghasilkan suatu kinerja yang
sangat baik, oleh karena itu perlunnya untuk membangun hubungan antar warga
sekolah yang mempunyai pola piker yang positif untuk memperbaiki suatu kualitas
yang ada disekolah. Adapun factor penghambat untuk mencapai suatu prestasi
disekolah yaitu kultur atau biasa disebut dengan suatu budaya yang ada
dilingkungan sekolah. Karena untuk memperbaiki kualitas yang ada didalam
sekolah kita perlu melakukan hal terhadap kultur tersebut. Dalam peningkatan
suatu kualitas sekolah yaitu tadi ada kulktur yang positif contohnya seperti
Kerjasama agar mencapai suatu prestasi dalam belajar, sedangkan kultur negative
contohnya ada siswa yang masih takut dalam memberikan suatu pertanyaan, sedangkan kultur sekolah netral
contohnya seperti mengadakan acara dalam arisan keluarga. Untuk mengetahui
suatu kultur sekolah kita dapat melakukan suatu penelitian tersebut seperti :
pedoman wawancara, lembar observasi, dokumen, kuesioner. Adapun beberapa data
yang bisa diambil lewat kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah, dan
mungkin lain sebagainnya yang tau terkait perkembangan sekolah atau yang mengikut adil dalam proses
tersebut. Jadi, setelah melakukan penelitian terhadap lingkungan sekolah tetapi
hasil tersebut yang kita cari harus ditampilkan agar tidak salah seperti
mengumpulkan suatu nilai ataupun suatu keyakinan masyarakat yang ada di sekolah
agar lebih jelas untuk mengetahui jenis yan mana positif, negative, maupun
netral.
Adapun tanda-tanda suatu perubahan
yaitu seperti terkait mutu sepeti kreativitas dalam metode suatu pembelajaran,
suasana belajar yang menyenangkan, tugas dikerjakan dengan kreatif sedangkan
yang berkaitan dengan moral seperti kurangnya pelanggaran kedisiplinan,
berprilaku percaya diri, tumbuhnya suatu persaingan atar siswa, sedangkan
terkait Pendidikan multicultural seperti adannya kebersamaan dalm kelompok
etnik, menghormati suatu perbedaan, menjunjung tinggi dalam kepetingan,
menjunjung tinggi kepentingan, menyelesaikan suatu masalah dengan musyawarah. Contoh
apa saja yang termasuk kultur yang ada disekolah seperti budaya suka membaca,
bersih, disiplin, Kerjasama, saling percaya, saling memberi penghargaan, dan
budaya berprestasi. Jadi setiap sekolah itu memiliki kultur yang berbeda-beda
yang sesuai budaya yang telah melekat dalam suatu tradisi yang mempunyai suatu
pengalaman didalam sekolah. Sekolah-sekolah yang memiliki budaya yang baik akan
mendapatkan suatu apresiasi dari lingkungan warga. Untuk memasarkan suatu
sekolah yang unggul dan berkualitas untuk menjadi suatu modal agar bisa menarik
minat suatu masyarakat, maka dengan itulah sekolah tersebut akan dapat sebuah
pengakuan oleh warga dilingkungan tersebut. Dengan adannya pengakuan tersebut maka
akan membuat para orang tua tidak akan ragu lagi untuk menyekolahkan anak nya
agar dapat Pendidikan yang lebih bagus, maka dari itu perlu nya ada pembimbing
dan kerja samannya antara siswa, guru dan orang tua untuk memperoleh
keberhasilan yang dapat juga dibanggakan sekolah tersebut.