Nama : Nafalia
Nim : 12001244
Semester/Kelas : 4G/Pai
Mata Kuliah : Magang 1
Evaluasi
adalah sebagai suatu alat untuk mengumpulkan informasi tentang sistem
pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah mengumpulkan suatu informasi agar
terhadap pendidikan itu dapat diambil dengan suatu tindakan. Hasilnya
diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan
pengajaran. Bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses
untuk mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras
sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Untuk
dapat melaksanakan suatu penilaian perlu melakukan pengukuran terlebih dahulu,
sedangkan pengukuran tidak akan mempunyai makna tanpa melakukan penialaian.
pengukuran dapat juga diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu
karakteristik tertentu yang didasarkan pada aturan atau formulasi yang jelas. Fungsi
evaluasi dapat dibedakan menjadi dua yakni fungsi hasil belajar dan fungsi
evaluasi hasil pengajaran. Evaluasi hasil belajar antara lain yaitu seperti Fungsi formatif Evaluasi yang dilakukan selama
pembelajaran berlangsung dapat memberika informasi yang berupa umpan
balik bagi guru maupun bagi siswa. Dan Fungsi sumatif Dalam
pelaksanaan evaluasi hasil belajar tes sumatif biasanya dilakukan pada
akhir program pengajaran. Misalnya pada tengah semester, akhir
semeter dan akhir tahun ajaran. Sistem evaluasi pada kurikulum 2013 dinilai
sangat efektif untuk mengukur hasil belajar siswa namun pada pelaksanaannya
guru masih menggunakan prosedur penilaian KTSP, dan untuk mengukur hasil
belajar siswa guru dominan menggunakan tes sedikit menggunakan non
tes, hal ini dinilai kurang efektif dengan sistem penilaian pada K-13
menggunakan penilaian autentik yang tidak hanya menggunakan tes untuk mengukur
hasil belajar siswa. Aspek non tes juga sangat diperlukan untuk mengukur hasil
belajar siswa karna pada hakikatnya peserta didik memiliki kemampuan
yang berbeda – beda antara satu sama lain nya. Sistem evalusi yang ditetapkan sebagai berikut
:
v Acuan EHP Adalah suatu
pendekatan yang digunakan untuk menetapkan keberhasilan peserta didik. Acuan
yang digunakan adalah system penilaian standar mutlak atau Penilaian Acuan
Patokan (PAP) yaitu penilaian yang ditujukan kepada tujuan instruksional yang
harus dikuasai oleh peserta didik.
v Waktu Ujian dan Jenis
Ujian yang dilaksanakan selama proses pembelajaran/semester berjalan,
Ujian sumatif bertujuan untuk menilai perkembangan, kemajuan dan kemampuan
peserta didik dalam tahap/interval tertentu.
Sistem evaluasi sebagai suatu alat
mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah
mengumpulkan informasi agar terhadap pendidikan itu dapat diambil tindakan
untuknya. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang
pendidikan dan pengajaran. Evaluasi pembelajaran juga merupakan suatu proses
mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik
untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran itu. Evaluasi
juga adalah pengukuran serta perbaikan, dalam kegiatan yang telah dilaksanakan,
contohnya membandingkan berbagai hasil dari kegiatan yang dibuat. Maka dapat
diartikan, evaluasi ini merupakan suatu proses perbandingan dan pengukuran,
dari hasil akhir pekerjaan. Mana yang sudah tercapai, dan mana yang belum
tercapai. Sistem dalam evaluasi ini memiliki dua jenis berbeda, yaitu evaluasi
formatif dan evaluasi sumatif. Yang pertama yaitu evaluasi formatif, penilaian
terhadap hasil yang telah dicapai oleh evaluasi ini, dari kegiatan atau program
kerja yang telah dilaksanakan. Biasanya, evaluasi ini dilakukan secara rutin,
setiap bulan atau per tahun. Sesuai dengan keperluan informasi hasil penilaian,
dimana manfaatnya, memberikan umpan balik kepada manajer program, terkait
kemajuan yang telah dicapai. Selain itu juga untuk mengetahui, apa saja
hambatan yang dihadapi selama kegiatan pun program kerja berlangsung. Yang
kedua yaitu evaluasi sumatif, penilaian terhadap hasil yang telah dicapai dari
kegiatan atau program kerja, secara keseluruhan, dari awal hingga akhir.
Evaluasi jenis ini dilakukan diakhir kegiatan, dengan jangka waktu yang
ditetapkan. Jika program kerja atau kegiatan memiliki jangka waktu enam bulan
maka evaluasi sumatif, jika dilakukan menjelang akhir bulan tersebut. Sementara
untuk evaluasi dari dampak kegiatan atau program kerja, bisa dilakukan usai
proyek berakhir, dengan memperhitungkan efeknya yang sudah nyata terlihat.
Evaluasi pembelajaran harus menyadari keterbatasan dan kelemahan dalam teknik
evaluasi yang digunakan. Berdasarkan kesadaran itu perlu untuk lebih
memperhatikan kebijakan yang diadopsi setelah melakukan penilaian. Pengertian Evaluasi Sistem Informasi
Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi sistem informasi
adalah suatu kegiatan terencana yang bertujuan untuk memeriksa dan menilai
sumber daya dalam organisasi untuk mendapatkan hasil yang dibandingkan dengan
menggunakan tolok ukur tertentu untuk memperoleh hasil mengenai kinerja sumber
daya organisasi tersebut. Evaluasi
merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap
sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh
perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan
mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita
dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk
berubah menjadi lebih baik ke depan.
Evaluasi ini mencakup evaluasi hasil
belajar dan evaluasi pembelajaran, maka seorang pendidik harus dapat membedakan
mana yang kegiatan evaluasi hasil belajar dan mana yang kegiatan evaluasi
pembelajaran. Evaluasi hasil belajar menekankan pada pencapaian informasi
tentang seberapakah hasil belajar yang dicapai oleh siswa sesuai dengan tujuan
yang telah ditetapkan, sedangkan evaluasi pembelajaran merupakan suatu proses
yang sistematis untuk memperoleh informasi tentang keefektifan proses
pembelajaran dalam membantu siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara
optimal.
Didalam
sistem evaluasi pembelajaran melalui tes ataupun lewat non tes guru harus punya
sistem penilaian yang standar sesuai dengan peraturan yang telah disepakati
disekolah. Misalkan sistem evaluasi pembelajaran lewat tes yaitu dengan cara
memberikan ujian tulis ataupun lisan, kemudian sistem evaluasi pembelajaran
lewat non tes menggunakan sistem penilaian bagaimana perkembangan peserta didik
baik dari segi afektif dan psikomotorik siswa.Disetiap kurikulum yang berbeda
pasti akan mempunyai perbedaan disetiap sistem evaluasi pembelajaran, misalkan
KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) yang perlu menggunakan pendekatan
penilaian yang terpadu untuk menunjukan suatu hasil atau disebut dengan
outcomes pendidikan yang dilakukan secara komprehesif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar