Nama : Nafalia
Sahabat merupakan orang yang senantiasa menemani kita
pada saat masannya. Setiap orang pasti mempunyai seorang sahabat. Tanpa sahabat
atau pun kawan itu, terasa ibarat
seperti “kera sumbang” yaitu tidak ada kawan untuk gaul. Sahabat pun adalah
tempat dimana kita melakukan tukar pemikiran, bermain, dan belajar bersama
Hanya sahabat lah yang bisa mengerti itu semua.
Saya
mempunyai seorang sahabat yang sangat saya sayangi. Sahabat saya bernama
Rahmania. Saya memanggil ia dengan sebutan nia. Nia dilahirkan di pontianak 27
november 2002. Ia tinggal di Jl.wonodadi. Umurnya sekarang pun sudah 18 tahun. Ia
memiliki seorang kembaran laki – laki. Ia anak yang ke dua dari 3 bersaudara.
Orang islam, suku melayu – jawa. Dia badan kurus,tidak terlalu tinggi,
berkacamata, tirusan dikit, mata dikit belok, kulit putih, dan muka juga jarang
berjerawatan.
Saya
mengenali nia sejak awal pertama kali saya masuk sekolah di sma Al-fityan kubu
raya. Pada saat itulah kami mulai berkenalan. Pertama kali kami saling malu –
malu untuk kenalan berdua, tapi dengan seiring nya waktu berjalan mulai lah
kami akrab dan saling mengerti. Nia pun selalu bercerita dengan saya, kami pun
saling sama-sama ngerespon yang baik pula. Saya berharap dapat berkawan sama
nia selama-lamannya. Nia bukan hanya saya anggap ia sahabat saja tetapi saya
sudah anggap nia seperti kakak ku sendiri.
Dengan
berjalannya waktu pun kami mulai akrab dan kami pun bersama – sama memikir
ingin bikin persahabatan berdua. Nia itu orang nya baik, agak dikit pemalu,
orangnya seru, sopan, rajin, pintar, tetapi agak sedikit cuek orangnya,
terkadang pun ada hal yang bikin nyeselin orangnya suka jail. Tapi saya tetap
sayang sekali sama nia tetapi nia adalah nyaman sekali untuk tempat curhat.
Disitu kami mulai saling membagi cerita. Ketika saat kalau kami berdua cerita
tidak lain dikawankan sambil ngemil bersama – sama dan tak lain pun pada saat
kami diasrama kami berdua selalu kalau lagi maskeran pasti bersama.
Nia ini
orangnya sangat lah rajin. Dia sering membantu ibu nya dirumah tetapi ada waktu
nya pun dia malas untuk membersihkan rumah, setidaknya ia sudah mengurangi
beban kedua orang tua nya. Dia adalah salah satu orang yang sering sekali
berjalan berdua dengan saya. Banyak pun yang berkata disitu ada nafa dan pasti
disitu pun ada nia. Kami memang saling berdua tetapi terkadang kami pun saling
tidak teguran. Untungnya kami tidak teguran itu hanya sementara saja tetapi tidak
lama. Saya pun mengerti namannya aja
sahabat pasti ada rasa senang dan duka cita nya bersama.
Nia
ialah seorang sahabat ku yang selalu mengerti keadaan saya, memberi kan saya
nasehat ketika saya ada merasa kan kesalahan, yang selalu memberi aku suport
dalam hal apapun, lebih suka mendengarkan nasehat aku, membalik mood aku
menjadi baik, selalu mengigatkan aku masalah ibadah saat saya bersama nya,
terkadang ia pun selalu sabar ketika saya lagi marah. Nia ialah bisa disebut
orang yang paling mau sekali jauh-jauh kerumah hanya ingin bertemu, orangnya
juga sopan santun, tetapi dia orang yang baru dikenalnya terkadang suka malu. Terkadang
pun memang suka jail orangnya, apalagi dia lebih tau kalau saya takut dengan
sesuatu.
Dia
waktu kelas 10 satu kelas sama saya, tapi sejak kelas 11 dan kelas 12 kami
pisah karena beda jurusan. Nia di ipa saya pun di ips tetapi walaupun beda
kelas kami tetap saling menunggu yang keluar duluan, tetap kekantin sama –
sama, terkadang pun saya menitp sesuatu barang dikantin oleh nya dan ia pun
membeli kan, apa pun dimana pun selalu mengajak berdua. Ketika kalau dikelas ia
lebih suka tertidur. Terkadang kalau mau dibangunkan aja kasian ngantok sekali
kalau dilihat. Tetapi orang nya sangat rajin terkadang saya lagi malas nia lah
yang suka bantu bersehkan lemari saya dia suka sekali menyusun barang dengan
rapi. Dia orang nya setia banget kalau lagi menunggu.
Sejak
sekarang sudah mulai kuliah kami pun dipisahkan dengan beda universitas, dia
kuliah di untan jurusan pertanian sedangkan saya kuliah di iain jurusan pendidikan
agama islam. Walaupun kini kami pisah kuliah tapi kami tetap tidak lose kontak
tetap masih saling menghubungi dan saya pun terkadang menyempatkan diri untuk
pergi kerumah nia. Terkadang kalau ada waktu saya pun menyempatkan diri untuk
berjalan berdua sama nia, ia sering sekali mengajak saya pergi keluar bersama,
nia baik banget orangnya terkadang saya mempunyai tugas dia pun ikut membantu
menyeselasaikan tugas saya. Nia orang nya tidak bisa melihat kawan nya ketika
sedih.
Ia pun
terkadang mempunyai rasa cemburu terhadap saya ketika saya dekat sama kawan
yang lain, walaupun saya dekat dengan yang lain tapi saya tidak bakal lupa juga
dengan sahabat saya yaitu rahmania yang selalu mengerti dengan keadaan saya dia
sangat lebih tau perilaku saya itu bagaimana dan begitulah kebalikannya. Saya
sebagai sahabat nya sangat bangga sama nia yang sudah menerima kekurangan saya
sampai saat ini, dia adalah orang yang pertama saya jumpa nia orangnya kalau
lagi lakukan sesuatu apalagi saat ngantok ia selalu tetidur dalam keadaan apa
pun dan disitu lah saya mulai ketawa melihat ia bisa-bisa nya tertidur sambil
duduk.
Cita –
cita sahabat saya ialah ingin menjadi pengusaha yang kaya dan ingin mempunyai
duit yang banyak untuk masa depannya. Ia pun ingin mempunyai sosok laki-laki
untuk kedepannya yang tajir dan ganteng. Saya pun sebagai sahabat nye terkadang
bilang terlalu tinggi keinginan nia tersebut, tapi mau gimana lagi saya pun
sebagai sahabat tetap selalu menyuport. Tetapi ada masa nya saya melihat ia
sungguh-sungguh sangat untuk mencapai cita – cita nya untuk kelak di masa
depannya, saya sebagai sahabat hanya bisa mendoakan saja dan semua balik ke nia
nya lagi.
Hobi nia
ialah membaca novel apa pun kalau masalah membaca dia cepat, main hp, ngemil
tetapi badannya segitu-gitu aja, dan masak ia pandai sangat dalam hal masak apa
pun apalagi kalau dia suka bikin kan cemilan saat saya dirumahnya. Ia kadang
lebih suka rebahan dirumah, terkadang ada mood-mood nya juga mau ngelakukan
sesuatu. Tapi kalau masalah jalan juga termasuk hobi nya ia sering sekali
mengajak saya jalan.
Saya
merasa bangga punya sahabat seperti nia karena orang nya sangat baik hati,
tidak sombong, dan tanggung jawab. Saya pun berharap nia selalu menjadi sahabat
yang seperti saya kenal dari awal walaupun kita berdua beda kampus, saya pun
berharap tidak ada namanya lose kontak antara kami, semoga ia pun selalu di
panjangkan umur, diberikan kesehatan dan diberi selalu rezeki.
Mohon maaf kalau ada salah kati dari saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar